Arsip Tag: Irul musang king

Saya mengenalnya pertama kali 5 tahun yang lalu. Saat itu bersama pekebun buah tin di Yogya, kami mendatangi rumahnya di Dusun Kebonkliwon, Kelurahan Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Bisa dikatakan, sosoknya yang memberi warna pada dusunnya menjadi seperti sekarang ini. Dikenal sebagai sentra bibit buah dan tanaman di seluruh Indonesia.

Ketika saya menghubunginya, Minggu (28/3/2021) yang pertama saya tanyakan bagaimana kabar pohon durian Musang King di rumahnya. Tentu saja ini bercanda. Saya bertanya tentang kondisinya dan keluarganya. Juga bertanya, kapan wawancaranya dengan Andi F Noya di acara Kick Andy akan tayang di Metro TV.

Terakhir saya jumpa darat dengan Muh Khoirul Saleh atau akrab dipanggil Irul ini tiga tahun lalu. Karena lekatnya dia dengan nama dusunnya, laki-laki yanglahir 5 Januari 1975 ini juga dikenal  dengan nama Irul Kebonkliwon.

“Sudah habis. Kemarin juga ada yang duri hitam, koe ra rene,” jawabnya tertawa ketika saya tanya kabar durian Musang King di kebunnya. Setahun lalu, situasi pandemi membuat saya tidak berani kemana-mana. Tiga tahun lalu ia menunjukan pohon durian Musang King yang usianya baru tiga tahun di kebunnya sedang belajar berbuah. Durian khas Malaysia yang karena enaknya dihargai selangit itu, oleh petani-petani Kebonkliwon berhasil diperbanyak dengan mudah.

Saya hakul yakin, bibit-bibit durian yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia itu sebagian berasal dari kampung ini. Petani di Kebonkliwon sangat hebat dalam melakukan okulasi. Okulasi adalah peningkatan kualitas mutu tanaman dengan cara menempelkan kulit pohon dengan mata tunas ke pohon yang lain. Hasilnya, tanaman yang memiliki perpaduan sifat unggul serta cepat berbuah.

Soal kehebatan petani di Kebonkliwon dalam melakukan okulasi itu saya punya cerita. Sekitar lima tahun lalu, demam buah tin atau juga disebut buah ara, ‘kelas ningrat’ alias yang berharga mahal sedang banyak peminatnya. Petani di Kebonkliwon mengimpor batang atau ranting pohon tin yang panjangnya tak lebih dari 10 cm, dengan 3-5 mata tunas. Impornya pun dari negara-negara empat musim di Eropa, misalnya Spanyol.

Tentu saja harganya jutaan rupiah. Sampai di Kebonkliwon, mata tunas yang ada kemudian di tempel di pohon tin kelas ‘jelata’ yang harganya puluhan ribu rupiah. Dan ketika tunas tersebut tumbuh menjadi tanaman baru, maka akan mewarisi gen ‘kelas ningrat’. Harga jualnya juga menjadi berkali lipat dari yang jenis kelas rakyat jelata.

Saya ada guyonan, ibaratnya ada ranting tanaman langka yang patah lantas jatuh di depan orang-orang Kebonkliwon, tidak berapa lama tanaman itu akan menjadi banyak.

“Minimal di sini tiap orang sehari bisa melakukan 200-an okulasi, kalau yang sudah ahli bisa melakukan 500 okulasi setiap hari,” kata Irul waktu itu.

Sekarang, sentra penjualan bibit tanaman tidak lagi hanya di Kebonkliwon saja tapi meluas se-kecamatan Salaman, Magelang. Ini tidak lepas dari sentuhan Irul yang mengenalkan jualan online ke masyarakat Kebonkliwon.

Berawal tahun 2010

Tahun 2010 adalah titik balik kehidupan Irul dalam memulai bisnis tanaman. Waktu itu, Irul merasa hidupnya tidak tenang. Waktunya habis di jalan karena ikut multi level marketing (MLM). Ia pindah haluan dengan mencoba trading forex. Tapi hati suami dari Dewi Eliyana dan ayah Habibul Haq Kadvi, Nayla Bilqis maritza’adah dan Shaqila Almahira Padmasari justru selalu tegang. Hidupnya tidak tenang.

Ketika pulang ke kampung halamannya di Kebonkliwon ia melihat potensi jual beli bibit tanaman yang sudah ada sejak ia kecil. Saat itulah ia berpikir untuk membuka usaha yang memungkinkan ia bisa bertemu dengan anak istrinya setiap hari, sekaligus memberikan ketenangan batin.

Awalnya ia berjualan bibit secara konvensional. Kemudian seorang kawan di Semarang mengenalkannya jualan online melalui media sosial terutama Facebook, Twitter serta melalui blog. Irul membutuhkan waktu 6 bulan sampai kemudian ada yang membeli bibit tanamannya. “Saya ingat, itu bulan November 2010, ada 10 bibit buah yang terjual,” kata Irul.

Irul belajar terus bagaimana agar jualan lewat online bisa efektif. Saat itu, hanya dia di Kebonkliwon yang jualan memanfaatkan media sosial. Pesanan kian laris dari berbagai daerah. Namun, ia juga pernah ditipu oleh pembeli. Sebanyak 10 ribu bibit tanaman tidak dibayar oleh pembeli, yang dibayar ongkos transportasinya saja.

Bermaksud menyelesaikan masalah tersebut, Irul mendatangi rumah pembeli yang ada di luar kota. Namun, ia terkejut karena rumah pembeli bibit tanamannya memprihatinkan. Ia tidak jadi menagih, justru memberikan uang saku untuk anak orang yang menipunya itu.

Melihat potensi jualan online yang menggiurkan, Irul kemudian mengajak anak muda di kampungnya belajar jualan online. Ia melihat anak-anak muda cuma nongkrong di pos ronda. Awalnya sangat sulit. “Mereka lebih suka kerja harian di sawah, karena langsung dapat bayaran, sementara jualan lewat online belum tentu laku,” katanya.

Dengan sabar, Irul membimbing teman-temannya. Ia cuma meminta mereka memotret bibit tanaman. Lewat akun facebooknya, foto bibit buah itu ia tawarkan. Ternyata langsung laku. Mulai dari situ, anak-anak muda di tempat itu tertarik untuk jualan online. Sekarang masih banyak orang-orang di Kebonkliwon yang nongkrong sambil pegang hape. Namun, mereka bukan sedang main game, tapi sedang menawarkan jualannya.

“Sekarang malah sulit cari tenaga di sawah untuk menyiapkan bibit tanaman karena kebanyakan mereka milih jualan online,” kata Irul tertawa. Demam jualan online bibit tanaman itu bukan hanya terjadi di Kebonkliwon, sekarang menjalar ke seluruh Kecamatan Salaman yang terdiri 20 desa. Tiga tahun lalu, Irul mendata, di Kebonkliwon ada 100 orang yang berjualan secara mandiri. Jika digabung dengan dusun-dusun sekitarnya ada 200 penjual. Maka sekarang ia memastikan jumlah orang yang jualan bibit tanaman lewat online berkali lipat.

Para penjual tanaman itu, tidak perlu repot-repot datang ke tempat ekspedisi untuk mengantar tanaman. Justru berbagai jasa ekpedisi yang datang menjemput tanaman yang akan dikirim. Penjual tanaman berasal dari beragam usia. Saya melihat misalnya seorang ibu yang menenteng dua tanaman buah di kedua tangannya membawanya ke tempat packing sekaligus tempat ekspedisi mengambil tanaman.

“Sekarang bahkan ekspedisi datang dengan truk dan mengantar hanya ke satu daerah, misalnya ada truk yang langsung mengantar ke, Jambi, Jawa Barat, Medan, ke satu daerah saja, karena pesanan ke daerah itu memang banyak,” kata Irul. Salah satu kenaikan taraf hidup masyarakat di Kebonkliwon terlihat saat belum pandemi Covid 19. Irul dan teman-temannya banyak menggelar kegiatan yang berhubungan dengan tradisi. Biayanya didapatkan dari gorong royong penjual bibit tanaman di kampungnya.

Coba tanaman vanili dan tanaman padi di paralon

Awal-awal pandemi, Irul sempat membuat heboh karena ia menanam padi dengan metode yang hidroganik , yaitu perpaduan hidroponik dan tanpa bahan kimia, atau organik di atas kolam ikannya. Kolam itu sebenarnya untuk menampung air yang digunakan untuk menyiram berbagai jenis tanaman di sekitar rumahnya. Hasilnya cukup bagus, sehingga banyak mahasiswa yang datang ke rumahnya untuk belajar.

“Saya hanya ingin menunjukan, jangan sampai kita punya lahan itu kosong, tidak bisa dimanfaatkan,” kata Irul.

Saat ini, Irul tengah merintis program penanaman vanili, tanaman menjalar berbentuk polong, berisi biji harum yang dikeringkan sebagai pengharum makanan. Tanaman ini dijuluki juga dengan emas hijau karena harganya yang mahal. Irul berharap di desa-desa warga menanam tanaman ini di lahan kosong dekat rumahnya. Tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Bisa ditanam di samping rumah, depan rumah, belakang rumah bahkan atap rumah.

Di rumahnya ia sedang membuat kebun percontohan. Bekerjasama dengan instansi pertanian di Magelang, ia tengah menanam 100 bibit. Rencananya dari 100 bibit tersebut  akan menghasilkan bibit-bibit yang lebih banyak dan akan dibagikan ke masyarakat di Salaman.

Ia berharap tanaman itu bisa jadi tabungan warga. “Sekilo vanili basah harganya Rp 300 ribu, kalau kering sekilo bisa Rp 6 juta. Orang-orang bisa menanam di kebunnya yang kecil.  Kalau panen bisa tidak langsung dijual, tapi disimpan, kalau butuh uang baru dijual,” kata Irul yang belajar vanili dari temannya di Temanggung. Ia ingin suatu hari, Salaman bisa jadi salah satu sentra vanili.

Negara kuat berawal dari desa

Saya bertanya kepada Irul, sebenarnya dengan segala kesuksesan yang sudah didapat, apa yang masih ia cari. Secara pribadi, Irul merasa sudah cukup dari bisnis bibit tanaman buah maupun tanaman langka yang banyak ia koleksi dari rumahnya. Namun ia melihat sesuatu yang lebih luas, nasib desa ke depan. Ia yakin kekuatan negara itu ada di desa. Jika desa kuat, negara pasti kuat. Jika masyarakat di desa punya pendapatan cukup, maka itu menjadi kekuatan ekonomi nasional. “Saat pandemi datang, desa bisa dikatakan tidak terpengaruh sama sekali karena kebanyakan hidup dari pertanian. Permintaan produk pertanian dan peternakan tidak turun,” katanya.

Karenanya ia punya cita-cita, lahan-lahan kosong di manapun sebaiknya ditanami. Kalau ada yang punya lahan kosong, tanah itu bisa dipasrahkan ke tetangga atau teman untuk diolah sehingga tetap memberikan pendapatan dan bermanfaat.

Ia sendiri sudah memulai dengan mengajak orang-orang yang punya lahan kosong dikerjasamakan dengan sharing profit. Irul dan teman-temanya yang sudah berpengalaman akan menggarap lahan tersebut sehingga bisa memberikan tambahan pendapat kepada pemilik lahan. Saat ini sudah ada beberapa desa yang melakukan kerjasama dengan Irul. Seperti yang ia kemukakan, ia berharap negara kuat karena desa yang siap dan kuat

Investasi Paling Menjajikan disaat Pandemi adalah Kebun Durian Musang King


Budidaya Durian Musangking

Belakangan ini durian Musangking menjadi favorit baru para penggemar durian dalam dan luar negeri. Hal ini dikarenakan durian jenis baru yang berasal dari Malaysia ini mempunyai keunggulan rasa dan daging buahnya yang tebal. Budidaya durian musang king di Indonesia masih relatif sedikit, sedangkan permintaan buah dan bibit durian musangking cukup tinggi. 

Buah Durian MusangKing memiliki tekstur lembut, warna kuning seperti kunyit dan rasa manis agak pahit. Bijinya agak kecil dan kempes, sehingga dagingnya tebal serta memiliki kadar air yang sedikit.

Nama Musang King sama sekali tidak ada hubungannya dengan binatang musang. Dinamakan demikian hanya karena pada awalnya pohon durian ini banyak tumbuh di sekitar wilayah gua yang bernama goa musang. Selain nama MusangKing, durian ini juga di sebut sebagai mou san wan yang artinya raja kucing (musang).

Peluang Bisnis Budidaya Durian MusangKing

Di negeri asalnya yaitu Malaysia, durian MusangKing disebut-sebut sebagai durian varietas terbaik dan segera saja menjadi populer tak lama setelah diperkenalkan tahun 1990. Budidaya besar-besaran sudah dan sedang di lakukan di Malaysia dan hasilnya sudah banyak di export ke luar negeri. Sambutan untuk buah ini di luar negeri ternyata tak jauh beda dengan di negara asalnya, banyak yang langsung jatuh cinta bahkan para ahli menyebutkan durian ini terbaik di kelasnya.

Di Indonesia sendiri buahnya mulai banyak dijual, sebagian besar impor langsung dari Malaysia dan hanya sedikit sekali yang berasal dari lokal. Saat ini masih sangat sedikit orang yang membudidayakan durian jenis ini. Hal ini karena tidak mudah untuk mendapatkan bibit durian musangking yang unggul dan sesuai varietas aslinya serta belum banyak petani durian yang mengetahui adanya varietas baru dari luar negeri ini. Hal ini merupakan peluang bisnis bagi Anda yang bergerak di bidang perkebunan, atau yang ingin memulai usaha perkebunan, khususnya kebun durian.

Karena keunggulan dan masih langkanya buah durian ini, harga jualnya relatif mahal. Di berbagai supermarket di Malaysia dan Singapura, durian musangking dibanderol dengan harga Rp 250.000 per buah. Sementara durian lain paling mahal Rp 100.000 per buah. Lalu bagaimana dengan harga durian musangking di Indonesia? saat tulisan ini dibuat harga satu butir dengan berat 1.5 sd 2,5 kg bisa mencapai 400rb – 500rb per buah.

Berkebun Durian Musang King

Lalu bagaimana dengan peluang usahanya? menurut pengamatan kami sangat cerah, karena pasar Indonesia yang begitu luas, dan belum bisa dipenuhi oleh pemasok lokal serta jumlah penggemar durian di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Memang sudah ada beberapa pengusaha perkebunan yang serius membudidayakan durian jenis ini, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun semuanya baru mulai sekitar tahun 2012 sd 2013 an dan rata-rata baru sedikit yang sudah panen. Jikapun para pengusaha ini telah panen, namun diperkirakan masih sangat jauh dari kebutuhan pasar yang terus meningkat seiring dengan makin banyak orang yang telah mencicipi dan ketagihan buah ini. So.. tunggu apa lagi, jika Anda punya cukup lahan dan berada di lingkungan yang cocok untuk budidaya durian segeralah tanam bibit durian musangking ini. Untuk informasi bibit durian musangking unggul, murah dan bergaransi silahkan klik di sini.

Bagaimana Cara Membedakannya dengan Durian Lain?

Walau sekilas sama dengan buah durian lainnya, namun ada ciri-ciri khusus buah durian musangking yaitu :

Dengan daging buahnya  yang memiliki warna kuning menawan seperti warna kunyit

Rasa buah manis campur agak pahit serta tekstur padat dan lembut menimbulkan sensasi rasa yang nikmat.

Biji buah sedikit kempes menyebabkan daging buah menjadi lebih tebal

kandungan alkohol dalam lebih banyak dibandingkan dengan durian lainnya

Aromanya tidak terlalu menyengat

Bentuk buah kebanyakan agak lonjong

Pangkal dan batang buahnya mempunyai warna coklat dan agak rata dengan duri.

Ada 5 garis yang mengarah ke pangkal buah. Duri pada kulit buahnya berupa piramida dan sisinya rata.

Mulai Dikenal Sejak Tahun 2011

Durian musangking termasuk masih baru di Indonesia walaupun sebetulnya telah lama ditemui. Di Indonesia, durian musangking mulai dikenal sejak tahun 2011. Tanaman durian jenis ini memang masih terbilang mahal dan belum banyak secara bebas dijual di pasaran.  Pada umumnya bibit durian musangking didatangkan secara langsung dari Malaysia atau dibudidayakan dengan cara cangkok, sambung dan okulasi. Usaha pembibitan durian ini pun semakin marak. Harga bibit sangat bergantung jumlah cabangnya. Makin banyak cabang, maka makin mahal harganya.

Sekarang, buah durian musangking masih sulit didapatkan. Para pembudidaya kita baru mulai menanam pohon durian ini dan belum banyak yang menghasilkan buah. Maka dari itu tidak ada ruginya bila Anda menanamnya sendiri di halaman rumah sebab memang pemeliharaannya pun tidaklah demikian sulit. Hanya saja Anda perlu memperhatikan jarak tanam durian musang king saat membudidayakannya agar hasilnya optimal.

Cara Budidaya Durian Musangking

Cara budidaya durian musangking sebenarnya sangatlah mudah dan tidak sulit seperti yang kita bayangkan.

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat Anda ingin membudidayakan atau menanam durian musang king seperti pemilihan bibit tanaman, proses penanaman, dan pemeliharaan/perawatannya. Dalam hal pemilihan bibit tanaman Anda mesti benar-benar jeli/cermat sebab pemilihan bibit yang akan ditanam nanti berpengaruh pada hasil produksi tanaman durian kelak.

Untuk masalah penanaman ini hal-hal yang penting diperhatikan ialah jarak tanam, lantaran durian adalah tanaman tahunan sehingga butuh jarak tanam yang cukup supaya kelak tanaman dan buahnya bisa tumbuh optimal. Adapun jarak tanam durian musang king yang efektif adalah minimal 8 x 8 m atau 10 x 10 m.

Sementara itu untuk perawatan yang mesti diperhatikan ialah perawatan tanaman ketika masih kecil/muda sebab pada waktu itu tanaman masih dalam tahap melakukan penyesuaian/adaptasi sehingga bila tidak dirawat dengan tepat maka kemungkinan besar tanaman tidak bisa tumbuh dengan optimal.

Durian musangking ini sendiri dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut dan suhu panas 30-35c. Pertumbuhan yang cukup baik adalah daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dengan tekstur tanah yang subur dan gembur, dengan kedalaman air tanah tidak lebih dari 1 meter. Durian ini dapat mulai berproduksi dalam masa 3-5 tahun. Berikut ini beberapa tips sederhana tentang cara menanam durian musangking Agar berhasil:

  1. Menyiapkan lahan

Siapkan lahan yang akan ditanam pohon durian. Bersihkan lahan dari rumput liar atau gulma, sehingga bibit yang baru ditanam dapat tumbuh maksimal serta mendapat sinar matahari secara penuh.

  1. Membuat lubang tanam

Setelah itu anda buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm jika bibit durian memiliki ketinggian 1 meter. Jika bibit lebih dari 1 meter atau kurang, anda bisa sesuaikan sendiri ukurannya. Setelah selesai membuat lubang tanam, terlebih dahulu diamkan selama 2 sampai 3 hari agar lubang tanam terhindar dari bakteri.

  1. Memberikan pupuk dasar

Sebelum anda menanam bibit durian, anda bisa juga memberikan pupuk dasar terlebih dahulu pada lubang tanam, pupuk dasar yang bagus untuk menanam durian ini bisa bermacam-macam. Jika anda menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar, sebaiknya pilih yang sudah jadi atau kering, kemudian diamkan sekitar 1-2 hari sebelum ditanam.

  1. Menyiapkan bibit

Pilihlah bibit durian musang king dengan benar-benar teliti. Memilih bibit durian musang king harus teliti agar nantinya kita tidak kecewa dengan hasil buah durian ini. Bibit unggul durian musang king bisa di dapatkan di Sini

  1. Menanam bibit

Setelah lubang tanam diberi pupuk dasar dan sudah di diamkan sekitar 2-3 hari, barulah anda tanamkan bibit pohon pada lubang tanam.

Cara menanam bibit durian ini tidak ada bedanya dengan menanam bibit lain, jika bibit berasal dari polybag, maka buka plastik polybag dengan hati-hati jangan sampai tanahnya pecah atau hancur, lalu buang plastik polybag agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Setelah menempatkan posisi yang pas, lalu timbun dengan tanah bercampur pupuk kandang yang sudah diaduk-aduk. Akan lebih baik jika permukaan tanah diberi jerami padi agar kandungan kompos semakin bagus.

  1. Merawat tanaman – Budidaya Durian Musang King

Langkah terakhir adalah merawat bibit durian musangking yang baru ditanam dengan rajin menyiram dan memupuknya. Pupuklah dengan pupuk organik setiap bulan untuk mempercepat pertumbuhan.

Untuk mendapatkan informasi Bibit Musangking , baik ukuran dan harganya silahkan klik di sini

Irul Kebonkliwon