Arsip Tag: Durian Musang King

Budidaya durian musang king bisa dilakukan dengan sambung pucuk atau stek. Proses sambung pucuk ini memakan waktu sebulan. Pada usia tiga bulan, bibit musang king sudah mencapai ketinggian 60 centimeter (cm)-70 cm, dan sudah bisa dijual. Durian sudah berbuah saat berusia lima tahun.Durian musang king asal Malaysia merupakan durian varietas terbaru. Di Malaysia, musang king disebut sebagai rajanya durian karena rasa yang lezat dan warnanya yang menggoda selera para penyuka durian.Kendati tergolong durian unggul, budidaya durian ini tidak jauh berbeda dengan durian-durian lain. Sebagai tanaman tropis, durian musang king dapat tumbuh dengan baik di Indonesia yang beriklim tropis. Kendati demikian, proses budidaya durian asal Negeri Jiran ini tetap perlu mendapat perawatan maksimal. Irul Kebonkliwon, pembudidaya durian musang king asal Kebonkliwon, Kebonrejo, Salaman, Magelang bilang, budidaya sebaiknya dilakukan dengan okulasi dan sambung pucuk. Caranya, bibit durian bisa disambungkan dengan okulasi/sambung sisip dan pucuk durian musang king. “Kalau bibitnya dari biji, hasilnya tidak maksimal,” jelas Irul. Selama melakukan sambung pucuk, sebaiknya bibit dimasukkan ke dalam rumah plastik. Tujuannya, supaya bibit durian musang king berada dalam keadaan lembab. Bibit durian ini tidak baik pertumbuhannya jika langsung terkena sinar matahari dalam waktu lama. “Nanti bisa layu kalau terus-terusan terkena sinar matahari,” ujar Irul. Biasanya, memasuki usia sebulan sejak proses persambungan dilakukan, bibit sudah saling menyatu. Selanjutnya, pada usia tiga bulan, bibit durian musang king sudah mencapai ketinggian 60 centimeter (cm)-70 cm. Selama pembibitan, sebaiknya petani menggunakan lahan yang bagus dan menggunakan pupuk kandang. Serangan dari hama juga perlu diantisipasi dengan penyemprotan hama secara berkala. Pada usia tiga bulan, bibit durian musang king siap dipasarkan dengan harga mulai Rp 300.000 – Rp 400.000 per batang. Diperkirakan dalam waktu lima sampai enam tahun, durian musang king sudah bisa berbuah. “Sebaiknya buah perdananya jangan banyak, supaya tidak menimbulkan stres pada tanaman,” usul Irul. Pada buah perdana cukup sekitar 5-10 buah saja supaya hasilnya bagus. Namun pada panen berikutnya bisa mencapai 20-30 buah per pohon. Pemilik Bibit Buah Buahan Unggul, Muh Khoirul Soleh menambahkan, pohon durian musang king bisa berbuah lebih banyak dibandingkan pohon durian lainnya, termasuk durian montong sekalipun. “Ini dikarenakan buah durian musang king tidak terlalu besar, hanya 1,8 kilogram (kg). Makanya bisa berbuah banyak,” jelas Irul. Selain itu, karena buahnya tidak terlalu besar, jika terjadi curah hujan tinggi, buahnya tetap matang penuh. Beda dengan durian lain yang jika terlalu banyak hujan hanya matang separuh dan rasanya kurang manis. “Namun, seperti pohon durian lain, musang king tetap butuh sinar matahari yang cukup,” jelas Irul Jika memasuki musim penghujan, sebaiknya tanaman durian ini diberi pupuk yang mengandung kalsium, boron, magnesium zulfat. Tujuannya untuk memberikan rasa manis dan warna pada buah durian. “Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit setiap bulan,” katanya. (Selesai)

Investasi Paling Menjajikan disaat Pandemi adalah Kebun Durian Musang King


Budidaya Durian Musangking

Belakangan ini durian Musangking menjadi favorit baru para penggemar durian dalam dan luar negeri. Hal ini dikarenakan durian jenis baru yang berasal dari Malaysia ini mempunyai keunggulan rasa dan daging buahnya yang tebal. Budidaya durian musang king di Indonesia masih relatif sedikit, sedangkan permintaan buah dan bibit durian musangking cukup tinggi. 

Buah Durian MusangKing memiliki tekstur lembut, warna kuning seperti kunyit dan rasa manis agak pahit. Bijinya agak kecil dan kempes, sehingga dagingnya tebal serta memiliki kadar air yang sedikit.

Nama Musang King sama sekali tidak ada hubungannya dengan binatang musang. Dinamakan demikian hanya karena pada awalnya pohon durian ini banyak tumbuh di sekitar wilayah gua yang bernama goa musang. Selain nama MusangKing, durian ini juga di sebut sebagai mou san wan yang artinya raja kucing (musang).

Peluang Bisnis Budidaya Durian MusangKing

Di negeri asalnya yaitu Malaysia, durian MusangKing disebut-sebut sebagai durian varietas terbaik dan segera saja menjadi populer tak lama setelah diperkenalkan tahun 1990. Budidaya besar-besaran sudah dan sedang di lakukan di Malaysia dan hasilnya sudah banyak di export ke luar negeri. Sambutan untuk buah ini di luar negeri ternyata tak jauh beda dengan di negara asalnya, banyak yang langsung jatuh cinta bahkan para ahli menyebutkan durian ini terbaik di kelasnya.

Di Indonesia sendiri buahnya mulai banyak dijual, sebagian besar impor langsung dari Malaysia dan hanya sedikit sekali yang berasal dari lokal. Saat ini masih sangat sedikit orang yang membudidayakan durian jenis ini. Hal ini karena tidak mudah untuk mendapatkan bibit durian musangking yang unggul dan sesuai varietas aslinya serta belum banyak petani durian yang mengetahui adanya varietas baru dari luar negeri ini. Hal ini merupakan peluang bisnis bagi Anda yang bergerak di bidang perkebunan, atau yang ingin memulai usaha perkebunan, khususnya kebun durian.

Karena keunggulan dan masih langkanya buah durian ini, harga jualnya relatif mahal. Di berbagai supermarket di Malaysia dan Singapura, durian musangking dibanderol dengan harga Rp 250.000 per buah. Sementara durian lain paling mahal Rp 100.000 per buah. Lalu bagaimana dengan harga durian musangking di Indonesia? saat tulisan ini dibuat harga satu butir dengan berat 1.5 sd 2,5 kg bisa mencapai 400rb – 500rb per buah.

Berkebun Durian Musang King

Lalu bagaimana dengan peluang usahanya? menurut pengamatan kami sangat cerah, karena pasar Indonesia yang begitu luas, dan belum bisa dipenuhi oleh pemasok lokal serta jumlah penggemar durian di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Memang sudah ada beberapa pengusaha perkebunan yang serius membudidayakan durian jenis ini, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun semuanya baru mulai sekitar tahun 2012 sd 2013 an dan rata-rata baru sedikit yang sudah panen. Jikapun para pengusaha ini telah panen, namun diperkirakan masih sangat jauh dari kebutuhan pasar yang terus meningkat seiring dengan makin banyak orang yang telah mencicipi dan ketagihan buah ini. So.. tunggu apa lagi, jika Anda punya cukup lahan dan berada di lingkungan yang cocok untuk budidaya durian segeralah tanam bibit durian musangking ini. Untuk informasi bibit durian musangking unggul, murah dan bergaransi silahkan klik di sini.

Bagaimana Cara Membedakannya dengan Durian Lain?

Walau sekilas sama dengan buah durian lainnya, namun ada ciri-ciri khusus buah durian musangking yaitu :

Dengan daging buahnya  yang memiliki warna kuning menawan seperti warna kunyit

Rasa buah manis campur agak pahit serta tekstur padat dan lembut menimbulkan sensasi rasa yang nikmat.

Biji buah sedikit kempes menyebabkan daging buah menjadi lebih tebal

kandungan alkohol dalam lebih banyak dibandingkan dengan durian lainnya

Aromanya tidak terlalu menyengat

Bentuk buah kebanyakan agak lonjong

Pangkal dan batang buahnya mempunyai warna coklat dan agak rata dengan duri.

Ada 5 garis yang mengarah ke pangkal buah. Duri pada kulit buahnya berupa piramida dan sisinya rata.

Mulai Dikenal Sejak Tahun 2011

Durian musangking termasuk masih baru di Indonesia walaupun sebetulnya telah lama ditemui. Di Indonesia, durian musangking mulai dikenal sejak tahun 2011. Tanaman durian jenis ini memang masih terbilang mahal dan belum banyak secara bebas dijual di pasaran.  Pada umumnya bibit durian musangking didatangkan secara langsung dari Malaysia atau dibudidayakan dengan cara cangkok, sambung dan okulasi. Usaha pembibitan durian ini pun semakin marak. Harga bibit sangat bergantung jumlah cabangnya. Makin banyak cabang, maka makin mahal harganya.

Sekarang, buah durian musangking masih sulit didapatkan. Para pembudidaya kita baru mulai menanam pohon durian ini dan belum banyak yang menghasilkan buah. Maka dari itu tidak ada ruginya bila Anda menanamnya sendiri di halaman rumah sebab memang pemeliharaannya pun tidaklah demikian sulit. Hanya saja Anda perlu memperhatikan jarak tanam durian musang king saat membudidayakannya agar hasilnya optimal.

Cara Budidaya Durian Musangking

Cara budidaya durian musangking sebenarnya sangatlah mudah dan tidak sulit seperti yang kita bayangkan.

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat Anda ingin membudidayakan atau menanam durian musang king seperti pemilihan bibit tanaman, proses penanaman, dan pemeliharaan/perawatannya. Dalam hal pemilihan bibit tanaman Anda mesti benar-benar jeli/cermat sebab pemilihan bibit yang akan ditanam nanti berpengaruh pada hasil produksi tanaman durian kelak.

Untuk masalah penanaman ini hal-hal yang penting diperhatikan ialah jarak tanam, lantaran durian adalah tanaman tahunan sehingga butuh jarak tanam yang cukup supaya kelak tanaman dan buahnya bisa tumbuh optimal. Adapun jarak tanam durian musang king yang efektif adalah minimal 8 x 8 m atau 10 x 10 m.

Sementara itu untuk perawatan yang mesti diperhatikan ialah perawatan tanaman ketika masih kecil/muda sebab pada waktu itu tanaman masih dalam tahap melakukan penyesuaian/adaptasi sehingga bila tidak dirawat dengan tepat maka kemungkinan besar tanaman tidak bisa tumbuh dengan optimal.

Durian musangking ini sendiri dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut dan suhu panas 30-35c. Pertumbuhan yang cukup baik adalah daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dengan tekstur tanah yang subur dan gembur, dengan kedalaman air tanah tidak lebih dari 1 meter. Durian ini dapat mulai berproduksi dalam masa 3-5 tahun. Berikut ini beberapa tips sederhana tentang cara menanam durian musangking Agar berhasil:

  1. Menyiapkan lahan

Siapkan lahan yang akan ditanam pohon durian. Bersihkan lahan dari rumput liar atau gulma, sehingga bibit yang baru ditanam dapat tumbuh maksimal serta mendapat sinar matahari secara penuh.

  1. Membuat lubang tanam

Setelah itu anda buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm jika bibit durian memiliki ketinggian 1 meter. Jika bibit lebih dari 1 meter atau kurang, anda bisa sesuaikan sendiri ukurannya. Setelah selesai membuat lubang tanam, terlebih dahulu diamkan selama 2 sampai 3 hari agar lubang tanam terhindar dari bakteri.

  1. Memberikan pupuk dasar

Sebelum anda menanam bibit durian, anda bisa juga memberikan pupuk dasar terlebih dahulu pada lubang tanam, pupuk dasar yang bagus untuk menanam durian ini bisa bermacam-macam. Jika anda menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar, sebaiknya pilih yang sudah jadi atau kering, kemudian diamkan sekitar 1-2 hari sebelum ditanam.

  1. Menyiapkan bibit

Pilihlah bibit durian musang king dengan benar-benar teliti. Memilih bibit durian musang king harus teliti agar nantinya kita tidak kecewa dengan hasil buah durian ini. Bibit unggul durian musang king bisa di dapatkan di Sini

  1. Menanam bibit

Setelah lubang tanam diberi pupuk dasar dan sudah di diamkan sekitar 2-3 hari, barulah anda tanamkan bibit pohon pada lubang tanam.

Cara menanam bibit durian ini tidak ada bedanya dengan menanam bibit lain, jika bibit berasal dari polybag, maka buka plastik polybag dengan hati-hati jangan sampai tanahnya pecah atau hancur, lalu buang plastik polybag agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Setelah menempatkan posisi yang pas, lalu timbun dengan tanah bercampur pupuk kandang yang sudah diaduk-aduk. Akan lebih baik jika permukaan tanah diberi jerami padi agar kandungan kompos semakin bagus.

  1. Merawat tanaman – Budidaya Durian Musang King

Langkah terakhir adalah merawat bibit durian musangking yang baru ditanam dengan rajin menyiram dan memupuknya. Pupuklah dengan pupuk organik setiap bulan untuk mempercepat pertumbuhan.

Untuk mendapatkan informasi Bibit Musangking , baik ukuran dan harganya silahkan klik di sini

Irul Kebonkliwon

Tonton “Kisah Irul Kebonkliwon bersama Kick Andy di Metro TV” di YouTube

Tonton “Kisah Irul Kebonkliwon bersama Kick Andy di Metro TV” di YouTube

DESA MASA DEPAN INDONESIA

Tayang, Minggu, 11 April 2021, PKL 19.05 WIB

Perkembangan teknologi mengubah pandangan orang tentang desa. Sekarang orang mulai ingin tinggal di desa, karena dengan tinggal di desa masih tetap terus berkarya. Desa juga menawarkan kehidupan yang lebih sehat dengan air, udara dan lingkungan yang masih terjaga. Saat ini, desa menawarkan banyak kesempatan bagi siapa saja dan hal ini mungkin tidak ditemui pada masa lalu. Dengan kesempatan yang ada banyak orang yang terus berkarya bagi desa dan warganya. Mereka mampu mengubah wajah desa menjadi lebih baik dan membawa kesejahteraan bersama.

Pada tahun 2010, Muh Khoirul Soleh yang akrab dipanggil Irul durian merintis usaha penjualan bibit buah secara online. Warga Kebonkliwon, Salaman, Magelang, Jawa Tengah ini melihat potensi di desanya yang dikenal sebagai penghasil bibit buah. Usaha bibit buah di Kebonkliwon ada sejak tahun 80-an, namun saat itu tergantung pada tengkulak, sehingga tidak berkembang. Awal memulai usaha penjualan bibit buah secara online tidak mudah, namun lambat laun Irul mendapat pelanggan. Setelah usahanya berhasil ia mengajak warga berjualan bibit buah secara online, namun hanya 2-3 orang yang tertarik. Setelah warga yang mengikuti jejak Irul berhasil, warga berbondong-bondong berjualan bibit buah secara online. Kini hampir semua warga Kebonkliwon berjualan bibit buah secara online dan diikuti warga desa di Kecamatan Salaman. Dengan berjualan secara online, permintaan buah datang dari seluruh Indonesia. Setiap bulan, puluhan ribu bibit buah terjual dan memberi kesejahteraan pada warga. Kini Irul sedang membangun pusat pelatihan pertanian, perikanan dan peternakan.

Kontak Irul Kebonkliwon 085227632222

Durian musang king lahir dari Okulasi dan sambung pucuk

Okulasi dan Sambung pucuk lahirkan si durian musang king

Budidaya durian musang king bisa dilakukan dengan sambung pucuk atau stek. Proses sambung pucuk ini memakan waktu sebulan. Pada usia tiga bulan, bibit musang king sudah mencapai ketinggian 60 centimeter (cm)-70 cm, dan sudah bisa dijual. Durian sudah berbuah saat berusia lima tahun.Durian musang king asal Malaysia merupakan durian varietas terbaru. Di Malaysia, musang king disebut sebagai rajanya durian karena rasa yang lezat dan warnanya yang menggoda selera para penyuka durian.Kendati tergolong durian unggul, budidaya durian ini tidak jauh berbeda dengan durian-durian lain. Sebagai tanaman tropis, durian musang king dapat tumbuh dengan baik di Indonesia yang beriklim tropis. Kendati demikian, proses budidaya durian asal Negeri Jiran ini tetap perlu mendapat perawatan maksimal. Irul Kebonkliwon, pembudidaya durian musang king asal Kebonkliwon, Kebonrejo, Salaman, Magelang bilang, budidaya sebaiknya dilakukan dengan okulasi dan sambung pucuk. Caranya, bibit durian bisa disambungkan dengan okulasi/sambung sisip dan pucuk durian musang king. “Kalau bibitnya dari biji, hasilnya tidak maksimal,” jelas Irul. Selama melakukan sambung pucuk, sebaiknya bibit dimasukkan ke dalam rumah plastik. Tujuannya, supaya bibit durian musang king berada dalam keadaan lembab. Bibit durian ini tidak baik pertumbuhannya jika langsung terkena sinar matahari dalam waktu lama. “Nanti bisa layu kalau terus-terusan terkena sinar matahari,” ujar Irul. Biasanya, memasuki usia sebulan sejak proses persambungan dilakukan, bibit sudah saling menyatu. Selanjutnya, pada usia tiga bulan, bibit durian musang king sudah mencapai ketinggian 60 centimeter (cm)-70 cm. Selama pembibitan, sebaiknya petani menggunakan lahan yang bagus dan menggunakan pupuk kandang. Serangan dari hama juga perlu diantisipasi dengan penyemprotan hama secara berkala. Pada usia tiga bulan, bibit durian musang king siap dipasarkan dengan harga mulai Rp 300.000 – Rp 400.000 per batang. Diperkirakan dalam waktu lima sampai enam tahun, durian musang king sudah bisa berbuah. “Sebaiknya buah perdananya jangan banyak, supaya tidak menimbulkan stres pada tanaman,” usul Irul. Pada buah perdana cukup sekitar 5-10 buah saja supaya hasilnya bagus. Namun pada panen berikutnya bisa mencapai 20-30 buah per pohon. Pemilik Bibit Buah Buahan Unggul, Muh Khoirul Soleh menambahkan, pohon durian musang king bisa berbuah lebih banyak dibandingkan pohon durian lainnya, termasuk durian montong sekalipun. “Ini dikarenakan buah durian musang king tidak terlalu besar, hanya 1,8 kilogram (kg). Makanya bisa berbuah banyak,” jelas Irul. Selain itu, karena buahnya tidak terlalu besar, jika terjadi curah hujan tinggi, buahnya tetap matang penuh. Beda dengan durian lain yang jika terlalu banyak hujan hanya matang separuh dan rasanya kurang manis. “Namun, seperti pohon durian lain, musang king tetap butuh sinar matahari yang cukup,” jelas Irul Jika memasuki musim penghujan, sebaiknya tanaman durian ini diberi pupuk yang mengandung kalsium, boron, magnesium zulfat. Tujuannya untuk memberikan rasa manis dan warna pada buah durian. “Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit setiap bulan,” katanya. (Selesai)

Kontak Irul Kebonkliwon 085227632222

Irul Kebonkliwon, Bibit Tanaman dan Cita-citanya untuk Desa

Irul Kebonkliwon, Bibit Tanaman dan Cita-citanya untuk Desa

Irul Kebonkliwon sukses jualan bibit tanaman online

Kontak Irul Kebonkliwon 085227632222

Saya mengenalnya pertama kali 5 tahun yang lalu. Saat itu bersama pekebun buah tin di Yogya, kami mendatangi rumahnya di Dusun Kebonkliwon, Kelurahan Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Bisa dikatakan, sosoknya yang memberi warna pada dusunnya menjadi seperti sekarang ini. Dikenal sebagai sentra bibit buah dan tanaman di seluruh Indonesia.

Ketika saya menghubunginya, Minggu (28/3/2021) yang pertama saya tanyakan bagaimana kabar pohon durian Musang King di rumahnya. Tentu saja ini bercanda. Saya bertanya tentang kondisinya dan keluarganya. Juga bertanya, kapan wawancaranya dengan Andi F Noya di acara Kick Andy akan tayang di Metro TV.

Terakhir saya jumpa darat dengan Muh Khoirul Saleh atau akrab dipanggil Irul ini tiga tahun lalu. Karena lekatnya dia dengan nama dusunnya, laki-laki yanglahir 5 Januari 1975 ini juga dikenal  dengan nama Irul Kebonkliwon.

“Sudah habis. Kemarin juga ada yang duri hitam, koe ra rene,” jawabnya tertawa ketika saya tanya kabar durian Musang King di kebunnya. Setahun lalu, situasi pandemi membuat saya tidak berani kemana-mana. Tiga tahun lalu ia menunjukan pohon durian Musang King yang usianya baru tiga tahun di kebunnya sedang belajar berbuah. Durian khas Malaysia yang karena enaknya dihargai selangit itu, oleh petani-petani Kebonkliwon berhasil diperbanyak dengan mudah.

Saya hakul yakin, bibit-bibit durian yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia itu sebagian berasal dari kampung ini. Petani di Kebonkliwon sangat hebat dalam melakukan okulasi. Okulasi adalah peningkatan kualitas mutu tanaman dengan cara menempelkan kulit pohon dengan mata tunas ke pohon yang lain. Hasilnya, tanaman yang memiliki perpaduan sifat unggul serta cepat berbuah.

Soal kehebatan petani di Kebonkliwon dalam melakukan okulasi itu saya punya cerita. Sekitar lima tahun lalu, demam buah tin atau juga disebut buah ara, ‘kelas ningrat’ alias yang berharga mahal sedang banyak peminatnya. Petani di Kebonkliwon mengimpor batang atau ranting pohon tin yang panjangnya tak lebih dari 10 cm, dengan 3-5 mata tunas. Impornya pun dari negara-negara empat musim di Eropa, misalnya Spanyol.

Tentu saja harganya jutaan rupiah. Sampai di Kebonkliwon, mata tunas yang ada kemudian di tempel di pohon tin kelas ‘jelata’ yang harganya puluhan ribu rupiah. Dan ketika tunas tersebut tumbuh menjadi tanaman baru, maka akan mewarisi gen ‘kelas ningrat’. Harga jualnya juga menjadi berkali lipat dari yang jenis kelas rakyat jelata.

Saya ada guyonan, ibaratnya ada ranting tanaman langka yang patah lantas jatuh di depan orang-orang Kebonkliwon, tidak berapa lama tanaman itu akan menjadi banyak.

“Minimal di sini tiap orang sehari bisa melakukan 200-an okulasi, kalau yang sudah ahli bisa melakukan 500 okulasi setiap hari,” kata Irul waktu itu.

Sekarang, sentra penjualan bibit tanaman tidak lagi hanya di Kebonkliwon saja tapi meluas se-kecamatan Salaman, Magelang. Ini tidak lepas dari sentuhan Irul yang mengenalkan jualan online ke masyarakat Kebonkliwon.

Berawal tahun 2010

Tahun 2010 adalah titik balik kehidupan Irul dalam memulai bisnis tanaman. Waktu itu, Irul merasa hidupnya tidak tenang. Waktunya habis di jalan karena ikut multi level marketing (MLM). Ia pindah haluan dengan mencoba trading forex. Tapi hati suami dari Dewi Eliyana dan ayah Habibul Haq Kadvi, Nayla Bilqis maritza’adah dan Shaqila Almahira Padmasari justru selalu tegang. Hidupnya tidak tenang.

Ketika pulang ke kampung halamannya di Kebonkliwon ia melihat potensi jual beli bibit tanaman yang sudah ada sejak ia kecil. Saat itulah ia berpikir untuk membuka usaha yang memungkinkan ia bisa bertemu dengan anak istrinya setiap hari, sekaligus memberikan ketenangan batin.

Irul menginspirasi warga di dusunnya untuk jualan bibit tanaman khususnya buah, dengan cara online. Foto dok Irul

Awalnya ia berjualan bibit secara konvensional. Kemudian seorang kawan di Semarang mengenalkannya jualan online melalui media sosial terutama Facebook, Twitter serta melalui blog. Irul membutuhkan waktu 6 bulan sampai kemudian ada yang membeli bibit tanamannya. “Saya ingat, itu bulan November 2010, ada 10 bibit buah yang terjual,” kata Irul.

Irul belajar terus bagaimana agar jualan lewat online bisa efektif. Saat itu, hanya dia di Kebonkliwon yang jualan memanfaatkan media sosial. Pesanan kian laris dari berbagai daerah. Namun, ia juga pernah ditipu oleh pembeli. Sebanyak 10 ribu bibit tanaman tidak dibayar oleh pembeli, yang dibayar ongkos transportasinya saja.

Bermaksud menyelesaikan masalah tersebut, Irul mendatangi rumah pembeli yang ada di luar kota. Namun, ia terkejut karena rumah pembeli bibit tanamannya memprihatinkan. Ia tidak jadi menagih, justru memberikan uang saku untuk anak orang yang menipunya itu.

Melihat potensi jualan online yang menggiurkan, Irul kemudian mengajak anak muda di kampungnya belajar jualan online. Ia melihat anak-anak muda cuma nongkrong di pos ronda. Awalnya sangat sulit. “Mereka lebih suka kerja harian di sawah, karena langsung dapat bayaran, sementara jualan lewat online belum tentu laku,” katanya.

Dengan sabar, Irul membimbing teman-temannya. Ia cuma meminta mereka memotret bibit tanaman. Lewat akun facebooknya, foto bibit buah itu ia tawarkan. Ternyata langsung laku. Mulai dari situ, anak-anak muda di tempat itu tertarik untuk jualan online. Sekarang masih banyak orang-orang di Kebonkliwon yang nongkrong sambil pegang hape. Namun, mereka bukan sedang main game, tapi sedang menawarkan jualannya.

“Sekarang malah sulit cari tenaga di sawah untuk menyiapkan bibit tanaman karena kebanyakan mereka milih jualan online,” kata Irul tertawa. Demam jualan online bibit tanaman itu bukan hanya terjadi di Kebonkliwon, sekarang menjalar ke seluruh Kecamatan Salaman yang terdiri 20 desa. Tiga tahun lalu, Irul mendata, di Kebonkliwon ada 100 orang yang berjualan secara mandiri. Jika digabung dengan dusun-dusun sekitarnya ada 200 penjual. Maka sekarang ia memastikan jumlah orang yang jualan bibit tanaman lewat online berkali lipat.

Para penjual tanaman itu, tidak perlu repot-repot datang ke tempat ekspedisi untuk mengantar tanaman. Justru berbagai jasa ekpedisi yang datang menjemput tanaman yang akan dikirim. Penjual tanaman berasal dari beragam usia. Saya melihat misalnya seorang ibu yang menenteng dua tanaman buah di kedua tangannya membawanya ke tempat packing sekaligus tempat ekspedisi mengambil tanaman.

“Sekarang bahkan ekspedisi datang dengan truk dan mengantar hanya ke satu daerah, misalnya ada truk yang langsung mengantar ke, Jambi, Jawa Barat, Medan, ke satu daerah saja, karena pesanan ke daerah itu memang banyak,” kata Irul. Salah satu kenaikan taraf hidup masyarakat di Kebonkliwon terlihat saat belum pandemi Covid 19. Irul dan teman-temannya banyak menggelar kegiatan yang berhubungan dengan tradisi. Biayanya didapatkan dari gorong royong penjual bibit tanaman di kampungnya.

Coba tanaman vanili dan tanaman padi di paralon

Awal-awal pandemi, Irul sempat membuat heboh karena ia menanam padi dengan metode yang hidroganik , yaitu perpaduan hidroponik dan tanpa bahan kimia, atau organik di atas kolam ikannya. Kolam itu sebenarnya untuk menampung air yang digunakan untuk menyiram berbagai jenis tanaman di sekitar rumahnya. Hasilnya cukup bagus, sehingga banyak mahasiswa yang datang ke rumahnya untuk belajar.

“Saya hanya ingin menunjukan, jangan sampai kita punya lahan itu kosong, tidak bisa dimanfaatkan,” kata Irul.

Saat ini, Irul tengah merintis program penanaman vanili, tanaman menjalar berbentuk polong, berisi biji harum yang dikeringkan sebagai pengharum makanan. Tanaman ini dijuluki juga dengan emas hijau karena harganya yang mahal. Irul berharap di desa-desa warga menanam tanaman ini di lahan kosong dekat rumahnya. Tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Bisa ditanam di samping rumah, depan rumah, belakang rumah bahkan atap rumah.

Kebun percontohan vanili di rumah Irul. Foto dok. Irul

Di rumahnya ia sedang membuat kebun percontohan. Bekerjasama dengan instansi pertanian di Magelang, ia tengah menanam 100 bibit. Rencananya dari 100 bibit tersebut  akan menghasilkan bibit-bibit yang lebih banyak dan akan dibagikan ke masyarakat di Salaman.

Ia berharap tanaman itu bisa jadi tabungan warga. “Sekilo vanili basah harganya Rp 300 ribu, kalau kering sekilo bisa Rp 6 juta. Orang-orang bisa menanam di kebunnya yang kecil.  Kalau panen bisa tidak langsung dijual, tapi disimpan, kalau butuh uang baru dijual,” kata Irul yang belajar vanili dari temannya di Temanggung. Ia ingin suatu hari, Salaman bisa jadi salah satu sentra vanili.

Negara kuat berawal dari desa

Saya bertanya kepada Irul, sebenarnya dengan segala kesuksesan yang sudah didapat, apa yang masih ia cari. Secara pribadi, Irul merasa sudah cukup dari bisnis bibit tanaman buah maupun tanaman langka yang banyak ia koleksi dari rumahnya. Namun ia melihat sesuatu yang lebih luas, nasib desa ke depan. Ia yakin kekuatan negara itu ada di desa. Jika desa kuat, negara pasti kuat. Jika masyarakat di desa punya pendapatan cukup, maka itu menjadi kekuatan ekonomi nasional. “Saat pandemi datang, desa bisa dikatakan tidak terpengaruh sama sekali karena kebanyakan hidup dari pertanian. Permintaan produk pertanian dan peternakan tidak turun,” katanya.

Karenanya ia punya cita-cita, lahan-lahan kosong di manapun sebaiknya ditanami. Kalau ada yang punya lahan kosong, tanah itu bisa dipasrahkan ke tetangga atau teman untuk diolah sehingga tetap memberikan pendapatan dan bermanfaat.

Ia sendiri sudah memulai dengan mengajak orang-orang yang punya lahan kosong dikerjasamakan dengan sharing profit. Irul dan teman-temanya yang sudah berpengalaman akan menggarap lahan tersebut sehingga bisa memberikan tambahan pendapat kepada pemilik lahan. Saat ini sudah ada beberapa desa yang melakukan kerjasama dengan Irul. Seperti yang ia kemukakan, ia berharap negara kuat karena desa yang siap dan kuat

Durian Musang King, Durian Viral Seharga Rp7 Juta

Durian Musang King, Durian Viral Seharga Rp7 Juta

Durian musang king terbilang langka di Indonesia. (iStockphoto/ThamKC)Jakarta, CNN Indonesia — 

Durian jadi salah satu buah yang digilai banyak orang. Ada berbagai jenis durian yang dikenal di tengah masyarakat, salah satunya durian musang king.

Baru-baru ini sebuah video durian musang king viral di media sosial. Betapa tidak, sang pemilik video menyebut bahwa durian musang king yang dimilikinya itu dibeli dengan harga Rp7 juta.

Video itu tersebar di TikTok dan Instagram, diunggah oleh pemilik akun @siscakohl. Dalam video itu, pemilik akun mengaku membeli durian tersebut dari sebuah supermarket di salah satu mal di Jakarta Pusat.
PILIHAN REDAKSI

Durian tersebut dipanggang, lalu dilapisi dengan edible gold agar terlihat lebih cantik. Setelahnya, durian ditutup dengan cokelat.Dari durian seharga Rp7 juta tersebut, ia membuat durian panggang yang biasa ditemui di Singapura. Baginya, durian musang king memiliki rasa yang begitu unik.

Sontak unggahan itu pun memancing respons netizen. Sejumlah netizen mengomentari harganya yang setinggi langit.

“Beli daging durian yang Rp35 ribu aja mikirnya sampai sejam.”

“Dalam mimpi pun kalau buat beli durian Rp7 juta aku masih mikir-mikir.”

Durian musang king memang menjadi salah satu durian populer di Malaysia dan Singapura. Durian satu ini terkenal dengan dagingnya yang tebal, manis, dan legit. Kepopuleran durian ini bahkan menyaingi durian monthong asal Thailand yang tak kalah populer.

Mengutip berbagai sumber, di negara asalnya, Malaysia, durian musang king dikenal dengan sebutan mao shan wang atau yang berarti raja kucing.

Diperkenalkan pada tahun 1990, durian ini memiliki daging dengan warna kuning mencolok, tebal, lembut, manis sedikit pahit, dan memiliki biji berukuran kecil.

Warga pun menamainya dengan sebutan ‘musang king’ karena lokasi pohon induknya yang berada di dekat Gua Musang, Kelantan, Malaysia.

Durian ini kemudian jadi buah bibir. Petani di Malaysia berbondong-bondong menanam bibit durian musang king.

Harga durian musang king memang terbilang tinggi. Harganya bahkan bisa melonjak saat dijual di negara lain di luar Malaysia.

Di Indonesia sendiri, durian musang king masih terbilang langka. Jika pun ada, durian musang king dijual dengan harga tinggi. Di sejumlah platform e-Commerce, beberapa potong daging durian ini dijual dalam bentuk beku dengan harga pada kisaran Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.(asr/asr)

Asal Usul dan Ciri Durian Musang King yang Tersohor Lezat Rasanya

Asal Usul dan Ciri Durian Musang King yang Tersohor Lezat Rasanya

Devi Setya – detikFood

 Foto: IstimewaJakarta – Durian musang king populer di Malaysia dan Singapura. Sebelum membeli durian musang king, coba kenali dulu asal usul serta cirinya agar tak tertipu.

Durian asal Malaysia ini terkenal enak, berdaging tebal, manis dan legit. Saking enaknya, kepopuleran durian ini bahkan menyaingi durian monthong asal Thailand yang lebih dulu populer.

Sebenarnya, bagaimana asal usul durian ini? Durian musang king atau di negara asalnya dikenal dengan sebutan mao shan wang yang artinya raja kucing. Durian ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990.

Ini Asal Usul dan Ciri Durian Musang King yang Tersohor Lezat Rasanya


Saat itu kawasan Tanah Merah di Kelantan Malaysia sempat heboh karena pohon durian di kawasan ini menghasilkan buah yang berkualitas. Warna dagingnya kuning, tebal, lembut, manis sedikit pahit serta memiliki biji yang kecil dan hampir kempis.

Dilansir dari Durian Musang King Salaman, selanjutnya pada 1993 ada seorang warga bernama Wee Chong Beng mendaftarkan durian ini sebagai durian unggul dengan nama Raja Kunyit. Nama ini disematkan karena durian ini memiliki warna daging kuning seperti kunyit.

Namun sebagian besar warga menyebutnya durian raja kunyit musang king. Sebutan musang king ini disertakan karena lokasi pohon induknya berada di dekat Gua Musang di Kelantan.

Tak butuh waktu lama, durian ini langsung menjadi buah bibir banyak orang. Petani di Malaysia secara berbondong-bondong menanam bibit durian musang king. Pada tahun 2000 pohon durian ini mulai berbuah dan dapat dipanen.

Hasil panen dengan kualitas durian yang stabil membuat populasi durian musang king ini semakin berkembang. Pihak Kementerian Pertanian Malaysia bahkan sudah mencatat varietas durian ini sebagai varietas durian ke-197. Alhasil buah ini mendapat kode D-197.

Karena kualitasnya yang terjamin, pecinta dan penikmat durian tak segan merogok kantung dalam-dalam demi bisa menikmati durian ini. Ya, harga durian musang king sebanding dengan kualitasnya dan terbilang tinggi.

Harganya bisa melonjak saat sudah tiba di negara luar Malaysia. Karena agak sulit mengirim durian ini karena aromanya yang sangat tajam sehingga sulit lolos dari peraturan bandara.

Di Malaysia sendiri saja harga perkilo durian ini mencapai RM 125 (RP 445.700) pada Maret lalu. Namun kabarnya, panen yang berlimpah membuat durian ini turun harga di kisaran angka RM 50 (Rp 78.200) hingga RM 65 (Rp 231.000).

Ini Asal Usul dan Ciri Durian Musang King yang Tersohor Lezat Rasanya

Harganya cukup tinggi, lantas apa sih kelebihannya?

Daging buah musang king memiliki ciri khas antara lain dagingnya yang berwarna kuning, teksturnya lembut creamy dan tidak berserat. Untuk rasanya, musang king populer dengan rasa manis legit dengan sedikit semburat pahit.

Di Indonesia sendiri musang king masih terbilang langka dan harganya tinggi. Hanya penjual buah besar dan supermarket buah saja yang menyediakan durian ini. Umumnya dijual dalam keadaan beku

Durian MUSANG KING ini KURANG AJAR ENAKNYA. Gilak

Durian MUSANG KING ini KURANG AJAR ENAKNYA. Gilak

http://m.liputan6.com/showbiz/read/2591765/marcell-siahaan-makan-durian-sampai-merem-melek

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tak suka dengan durian? Banyak orang menyukai buah yang identik dengan kulit berduri ini, termasuk Marcell Siahaan.
Penyanyi single “Firasat” ini, dikenal sangat menggemari buah durian. Kegemarannya memakan buah ini ia tunjukkan melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (31/8/2016).
Penyanyi Marcell

Dalam unggahannya, Marcell Siahaan menunjukkan dirinya yang tengah melahap buah durian berjenis Musang King. Dengan ditemani hujan deras yang mengguyur Tampines Town, Singapura, Marcell Siahaan terlihat sangat menikmati duriannya.
‎Marcell Siahaan Tak Ajarkan Pendidikan Agama kepada Anak

“Durian MUSANG KING ini KURANG AJAR ENAKNYA. Gilak. Parah,” tulis Marcell Siahaan dalam keterangan video yang berdurasi kurang lebih 30 detik tersebut.
Durian yang disuguhkan tampaknya memang begitu lezat. Hal itu ditunjukkan lewat ekspresi merem melek Marcell Siahaan begitu daging buah berwarna kuning itu menyentuh indra perasanya.
Hal ini, membuat netizen ikut menitikan air liur. Tak sedikit dari netizen yang sehabis menonton videonya, ngiler membayangkan kenikmatan durian yang dimakan suami dari Rima Melati ini.
“Bikin ngileerr..,” tulis akun @marshandabutet. Dan, akun lain menulis, “gilak kau bang @marcellsiahaans liat kau makan bikin ngences pulak aku bah……”

Komunitas Kebonkliwon kampanye penghijauan di FLG

Komunitas Kebonkliwon kampanye penghijauan di FLG

Komunitas Kebon Kliwon kampanye penghijauan di FLG

Festival ini kami manfaatkan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas untuk menanami pekarangan dengan berbagai pepohonanMagelang (ANTARA News) – Komunitas Kebonkliwon mengampanyekan gerakan penghijauan kepada masyarakat saat puncak Festival Lima Gunung XVII/2018 di Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu.

Dalam kampanye itu mereka membagikan sekitar 500 bibit berbagai pohon kepada warga yang menyaksikan Festival Lima Gunung, yang diselenggarakan secara swadaya para seniman petani Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang.

Komunitas yang dipimpin Muh Khoirul Soleh dari Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang itu, juga membuat instalasi gunungan dengan sejumlah bibit pohon untuk diikutkan dalam kirab budaya para seniman dari perkampungan dusun setempat hingga panggung pementasan di areal persawahan setempat.

Secara simbolis Khoirul memberikan bibit pohon kepada sejumlah warga di atas panggung yang di sekelilingnya dipadati para penonton, antara lain warga setempat, para seniman, pemerhati budaya, dan tamu dari luar kota.

Anggota seniman komunitasnya dengan kesenian bernama “Padmasari” dan “Gupolo Kebon” itu kemudian membagi-bagikan secara gratis berbagai bibit pepohonan kepada warga dan penonton festival untuk ditanam di pekarangan masing-masing.

“Festival ini kami manfaatkan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas untuk menanami pekarangan dengan berbagai pepohonan. Bumi makin panas. Kami tidak ingin budaya menanam makin pudar,” ujar Khoirul yang bersama komunitasnya sebagai bagian dari Komunitas Lima Gunung itu.

Berbagai bibit pohon yang dibagikan kepada warga itu, antara lain jambu, durian, jeruk, mangga, cerry, alpukat, bidara, kelengkeng, kelapa, sawo, sirkaya, matoa, murbei, sirsat, kacang amazon, buah ajaib, dan anggur brazil.

“Ada 500-an bibit,” ujar dia.

Peluncuran Buku

Puncak festival (10-12 Agustus 2018) selain ditandai dengan berbagai pementasan kesenian oleh Komunitas Lima Gunung dan berbagai jejaringnya di Magelang dan sekitarnya, serta sejumlah kota di Indonesia, juga diisi dengan peluncuran buku kumpulan penyair yang juga pegiat Komunitas Lima Gunung Haris Kertorahardjo dengan judul “Matematika: Pinter-Pinter=Goblok”

Buku kumpulan puisi tersebut juga dibawa seorang seniman komunitas menggunakan baki, ikut dalam kirab budaya. Di panggung pementasan, Haris secara simbolis memberikan buku tersebut kepada sejumlah penonton.

Haris yang juga salah satu murid kepenyairan W.S. Rendra itu juga membacakan salah satu puisinya pada acara puncak festival tersebut. Buku puisi tersebut berisi sekitar 60 puisi karyanya yang dibuat sejak 2003 hingga 2017. “Ini menjadi kesempatan yang istimewa untuk peluncuran buku puisi saya ini,” ujarnya.

Pewarta: Maximianus Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Irul Kebonkliwon Kembangkan Wisata Edukasi Pelatihan Tanam Aneka Buah Bersama Temannya

Irul Kebonkliwon Kembangkan Wisata Edukasi Pelatihan Tanam Aneka Buah

Khoirul warga Kebonkliwon, Kebonrejo Salaman, lagi melayani tamu Pak Gubernur Akmil Pak Dudung disela-sela bibit durian di Edu Wisata Kandang Ciblon Papringan

Kontak Irul Kebonkliwon 085227632222

Masyarakat Dusun Kebonkliwon, Desa Kebonrejo Salaman Kabupaten Magelang, mengembangkan Edu Wisata Kandang Ciblon Papringan. Sebuah destinasi wisata baru dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam Kecamatan Salaman.

Pelopor bibit online Kebinkliwon Kebonrejo Salaman, Muh Khoirul Soleh mengatakan salah satu program dalam destinasi tersebut adalah pendampingan dan pelatihan bercocok tanam buah-buahan.

Kecamatan Salaman sudah dikenal oleh masyarakat sebagai penyedia aneka macam bibit pohon, termasuk bibit pohon buah.

“Hal itu yang masyarakat kembangkan melalui pelatihan dan pendampingan menanam bibit pohon buah,” terang Khoirul, Senin (25/1/2021).

Edu Wisata Kandang Ciblon Papringan merupakan kelompok usaha bersama dari masyarakat. Berangkat dari tahun 1980 an dengan memulai pembibitan tanaman buah, kemudian pada tahun 2014 mulai berjualan melalui online dan pelatihan.

Konsep pelatihan dan pendampingan secara teknis dimulai dari pemilihan bibit pohon kemudian juga memeriksa tanah calon tempat bibit tersebut ditanam. 

“Kemudian baru dilaksanakan pendampingan hingga pohon tersebut berbuah. Termasuk ada garansi untuk bibit pohon yang mati sebelum berbuah,” ungkap Irul Kebonkliwon.

Khoirul menerangkan, selain itu bagi pembeli bibit pohon yang ingin menanam pohon dalam skala besar, pihaknya juga bisa menghitungkan Break Event Point (BEP) nya.

“Kami bisa menghitungkan BEP, dari mulai tanam hingga berbuah, sehingga diketahui kapan bisa balik modal. Hal itu akan membuat pembeli bibit bisa mengetahui keuntungan yang didapat, ditambah untuk bibit yang mati akan kami ganti karena bergaransi,” imbuhnya.

Khoirul menambahkan, dengan konsep demikian harapannya akan dapat memberikan edukasi kepada pengunjung bahwa menanam pohon buah itu mudah, dan tentunya berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.

“Pengunjung yang awalnya ragu untuk bercocok tanam, jadi lebih mantap setelah ada pendampingan. Program ini selain mengedukasi juga mengajak masyarakat bertanam pohon buah,” jelas Khoirul

Selain itu, menurutnya, beragam bibit pohon buah tersedia, termasuk bibit pohon buah yang unik, diantaranya Mamey Sapote sejenis sawo, atau Buah Miracle dari Afrika segala macam jenis buah.

“Tidak hanya bibit pohon buah pada umumnya tetapi juga bibit buah yang unik,” pungkas Khoirul.

Irul Kebonkliwon, Ajak Masyarakat Peduli Alam

Irul Kebonkliwon, Ajak Masyarakat Peduli Alam

DIJUAL ONLINE: Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP bersama Komunitas Online Bibit dan Buah Kebon Kliwon memamerkan buah dan sayuran warga (ISTIMEWA).

DIJUAL ONLINE: Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP bersama Komunitas Online Bibit dan Buah Kebonkliwon memamerkan buah dan sayuran warga (ISTIMEWA).

Kontak Irul Kebonkliwon 085227632222

MUNGKID—Komunitas Online Bibit dan Buah Kebonkliwon, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, kemarin, menggelar Festival Kebonkliwon. Kegiatan yang dilaksanakan secara swadaya ini, menyampaikan pesan untuk peduli alam. Dalam sambutan Muh Khoitul Soleh sebagai ketua prnyelengara Festival Kebonkliwon

Kegiatan bertema Kebonkliwon Nyawiji Wiji ini diawali dengan prosesi kirab budaya. Warga keliling kampung sambil membawa bibit tanaman unggul, nasi tumpeng beserta ingkung, serta gunungan buah dan sayur-sayuran.

Kirab keliling kampung, diiringi kesenian tradisional dan terbangan. Setelah itu, nasi tumpeng dimakan bareng-bareng oleh warga. Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP menyatakan, kegiatan pameran bibit dan buah yang diselenggarakan oleh warga Dusun Kebonkliwon, merupakan langkah konkret mengikuti perkembangan teknologi. Melalui pemasaran online hasil pembibitan, telah berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Selama ini telah cukup sukses berbisnis bibit dan buah dengan cara online. Warga kami minta tetap menjaga kepercayaan pelanggan, mengutamakan kejujuran, mengedepankan kualitas barang dan jasa yang dijual, serta terus berkreasi dan berinovasi supaya bisnis yang telah dijalankan selama ini, bisa terus berkembang,” pesan Bupati Zaenal. Bupati Zaenal mewanti-wanti warga untuk tidak melakukan bisnis dengan tidak jujur serta mengecewakan pelanggan, hanya demi keuntungan sesaat.

Adapun kirab budaya sendiri, sudah menjadi tradisi turun-temurun. Selain untuk memeriahkan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, kirab budaya bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena telah memberikan karunia berupa keselamatan dan kesejahteraan hidup masyarakat, serta rezeki melalui alam, air, buah dan tanaman. “Kirab dapat dijadikan wahana pemersatu antarwarga, sekaligus sebagai sarana pelestarian budaya yang berakar dari budaya Jawa yang adi luhung,” pungkas Bupati Zaenal Arifin. (vie/isk)