Arsip Tag: desa masa depan indonesia

Perkembangan teknologi mengubah pandangan orang tentang desa. Sekarang orang mulai ingin tinggal di desa, karena dengan tinggal di desa masih tetap terus berkarya. Desa juga menawarkan kehidupan yang lebih sehat dengan air, udara dan lingkungan yang masih terjaga. Saat ini, desa menawarkan banyak kesempatan bagi siapa saja dan hal ini mungkin tidak ditemui pada masa lalu. Dengan kesempatan yang ada banyak orang yang terus berkarya bagi desa dan warganya. Mereka mampu mengubah wajah desa menjadi lebih baik dan membawa kesejahteraan bersama.

Pada tahun 2010, Muh Khoirul Soleh yang akrab dipanggil Irul durian merintis usaha penjualan bibit buah secara online. Warga Kebonkliwon, Salaman, Magelang, Jawa Tengah ini melihat potensi di desanya yang dikenal sebagai penghasil bibit buah. Usaha bibit buah di Kebonkliwon ada sejak tahun 80-an, namun saat itu tergantung pada tengkulak, sehingga tidak berkembang. Awal memulai usaha penjualan bibit buah secara online tidak mudah, namun lambat laun Irul mendapat pelanggan. Setelah usahanya berhasil ia mengajak warga berjualan bibit buah secara online, namun hanya 2-3 orang yang tertarik. Setelah warga yang mengikuti jejak Irul berhasil, warga berbondong-bondong berjualan bibit buah secara online. Kini hampir semua warga Kebonkliwon berjualan bibit buah secara online dan diikuti warga desa di Kecamatan Salaman. Dengan berjualan secara online, permintaan buah datang dari seluruh Indonesia. Setiap bulan, puluhan ribu bibit buah terjual dan memberi kesejahteraan pada warga. Kini Irul sedang membangun pusat pelatihan pertanian, perikanan dan peternakan.

Sedekah 1.000 Bibit Tanaman Dibulan Suro

MUNGKID – Masyarakat Dusun Kebonkliwon, Kebonrejo, Salaman, membagikan 1.000 bibit berbagai jenis tanaman dalam Festival Kebonkliwon yang diprakarsai Irul Kebonkliwon pemuda setempat. Pembagian bibit pohon untuk menggalakkan program konservasi dan penghijauan di sekitar Magelang.

Kontak Irul Kebonkliwon 085227632222

Sebagian besar warga Kebonkliwon berprofesi sebagai petani, dengan memproduksi berbagai bibit tanaman. Mereka memiliki cara tersendiri untuk menyambut tahun baru Hijriah ini. “Ini sekaligus menyikapi pemanasan global dengan cara penghijauan,” jelas Ketua Panitia Muh Khoirul Soleh kemarin (2/10).

Di Dusun Kebonkliwon terdapat sekitar 350 kepala keluarga, 80 persennya memproduksi bibit berbagai tanaman. Mulai buah-buahan, tanaman langka, unik, dan lainnya. Harga setiap bibit bervariasi, Rp 30 ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Bibit tanaman karya warga sudah dikirimkan ke berbagai daerah di nusantara. Mulai Aceh hingga Papua. Bahkan ada juga yang sudah melirik dari luar negeri, seperti Malaysia, India, Belanda, dan lain sebagainya.

“Secara religi, pembagian bibit ini diharapkan dapat keberkahan. Tanaman bibit tumbuh dan nantinya bisa berbuah yang menikmati hasilnya orang lain,” jelasnya.

Sebelum dibagikan kepada pengunjung, bibit berbagai tanaman dikirab keliling dusun terlebih dahulu. Mereka yang membawa bibit dari kalangan muda hingga orang tua. Selain kirab bibit, warga juga memamerkan ide kreativitasnya selama perjalanan.

Pemprov Jateng sendiri memberikan perhatian khusus terhadap acara ini. Meski sebagian besar masyarakat memandang menggelar acara pada bulan Suro itu sakral, Dusun Kebonkliwon justru mampu menggelar acara kreatif dan inovatif.

“Membalikkan pandangan dengan menggelar berbagai event hingga sepekan ke depan,” jelas Sutego, perwakilan dari Pemprov Jateng saat membacakan sambutan gubernur. (ady/laz/ong)

Warga Kebonkliwon Setor Bibit Tanaman dan Buah ke Luar Negeri

Irul Warga Kebonkliwon Setor Bibit Tanaman dan Buah ke Luar Negeri

Kontak Irul Kebonkliwon 085227632222

Salaman,(magelang.sorot.co)–Muh Khoirul Soleh (34) warga Dusun Kebonkliwon, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Magelang, berinisiatif meningkatkan kesejahteraan kampungnya melalui sistem marketing pemasaran bibit tanaman secara online. Hal tersebut menyusul latar belakang sebagian besar warga di kampungnya merupakan seorang petani bibit tanaman dan buah.

“Inisiatif saya timbul saat mengetahui para tengkulak membeli bibit tanaman kepada warga Dusun Kebonkliwon dengan harga yang sangat murah. Akhirnya saya mencoba memasarkan via online dengan harga yang lebih baik,” ungkapnya, Selasa (03/10/2017).

Kendati demikian, inisiatif Khoirul sempat kurang mendapatkan respon positif dari para petani bibit tanaman di kampungnya. Warga setempat masih tetap bersikeras menjual bibit tanaman kepada tengkulak meski sudah diajarkan memasarkan bibit tanaman secara online. 

“Setelah beberapa bulan saya praktek sendiri memasarkan bibit tanaman secara online dan membuahkan hasil yang lebih maksimal, tahun 2013 warga mulai ikut memasarkan secara online,” tandas dia.

Adapun wilayah pemasaran bibit tanaman dan buah dari warga Dusun Kebonkliwon saat ini meliputi Kalimantan, Palangkaraya, Sumatera, India, Malaysia, dan Taiwan.

“Saya berharap para pengusaha bibit tanaman dan buah di Dusun Kebonkliwon ini untuk tetap menjaga kepercayaan pelanggan demi terciptanya peningkatan taraf hidup,” pungkasnya.

Krandan Ciblon Papringan Ikon Wisata Baru Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kerajinan

Krandan Ciblon Papringan Ikon Wisata Baru Pertanian

Kunjungan Komisi B DPRD Kendal di AEW Krandan Ciblon Papringan Kebonrejo Salaman Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID – Transformasi budaya dilakukan masyarakat Desa Kebonrejo Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Dari sentra pembibitan buah, desa berhawa sejuk itu kini mengembangkan Agro Edu Wisata (AEW) Krandan Ciblon Papringan (KCP).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan mengatakan, inisiasi Krandan Ciblon Papringan ini lahir dari mimpi petani milenial pelopornya Muh Khoirul Soleh Desa Kebonrejo. Anggota KCP Kebonrejo adalah para pemuda wirausaha produktif yang selama ini sukses memasarkan aneka bibit tanaman buah melalui jaringan media sosial.

Ditambahkan Romza, keberadaan pemuda yang mau bergerak di sektor pertanian saat ini sangat sedikit. Ciblon atau dalam bahasa Jawa berarti bermain air ini dalam tahap pembangunan kolam renang dan wahana pertanian lainnya. Hal ini merupakan bukti kerja keras dan kerja cerdas kawula muda di sektor pertanian

“KCP ini adalah contoh para pemuda yang mampu mengubah perilaku, pola pikir dan budaya mereka menghadapi revolusi digital,” Kata Romza saat menerima kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Jumat (30/4/2021).

Para pemuda ini mampu menangkap peluang ceruk ceruk pasar yang terbuka secara transparan. Tidak terbatas ruang tempat dan waktu. Konsep pasar konvensional akan tergeser oleh pasar digital. Tidak hanya di lokal tapi juga luar negeri.

“Kami sudah banyak mendorong petani milenial di bidang hortikultura, tanaman pangan ternak perkebunan dan sebagainya,” ujar Romza.

Konsep Agro Edu Wisata KCP Kebonrejo ini diciptakan dari lahan terbengkalai menjadi destinasi wisata. Selain sebagai sekolah lapang pertanian, diharapkan juga memberi nilai tambah ekonomi kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

“Tekad semangat cara pandang, cara pikir, perilaku budaya sudah digiring untuk mewujudkan KCP ini. Dinas Pertanian akan terus mendampingi ini,” tegas Romza.

Dalam kunjungan itu, rombongan Komisi B DPRD Kendal juga melihat langsung proses pembibitan, pengemasan dan pembuatan batik daun ecoprint oleh anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kebonrejo.

Batik ecoprint ini motif dan pewarnanya berbahan alami. Daun yang telah digunakan kemudian diolah menjadi pupuk organik.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kendal Dian Alfath mengaku kagum dan salut dengan upaya menyadarkan masyarakat dalam memanfaatkan potensi kekayaan desa mereka. Ada kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Irul bercerita tidak itu saja bahwa KCP molai bikin minunan fermentasi buah guna menampung buah ketika panen raya atau over kapasitas sehingga harga akan terkoreksi untuk mengatasi masalah itu dibikinlah minuman fermentasi ini yang bisa disimpan dalam waktu yang lama dengan kata lain semakin lama semakin baik

Menurutnya, proses panjang dan kreatif ini patut menjadi contoh untuk dikembangkan di wilayah lain khususnya di Kendal.

“Paling tidak ilmu dari sini dapat ditiru dan dimodifikasi untuk kemajuan di Kabupaten Kendal,” kata Dian.

Festival Kebonkliwon

Festival Kebonkliwon

FB_IMG_1506508617070.jpg

Festival, dari bahasa latin berasal dari kata dasar “festa” atau pesta dalam bahasa indonesia. Festival biasanya berarti “pesta besar” atau sebuah acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Atau juga bisa diartikan dengan hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting atau bersejarah, atau pesta rakyat.

Sering pula disalah artikan dengan kata sayembara atau perlombaan (kompetisi).

Berembuk tentang acara yang diadakan untuk memajukan Kebonkliwon yaitu Agus Daryanto, Zainal Faizin, dan Irul Kebonkliwon kemudian diangkat jadi Festival Kebonkliwon yang berkiblat ke Komunita Lima Gunung saat itu. Dari kata Festival Kebonkliwon itu bisa mengakomodir seluruh kekayaan alam dan kreativitas warga masyarakat Dusun Kebonkliwon, dan Kebonkliwon diambil dari nama Dusun Kebonkliwon itu sendiri. Dan mengunakan logo 3 daun dalam satu tangkai dari desain Mas Agus Daryanto yang melambangkan 3 generasi yaitu:

1. Generasi anak-anak

2. Generasi muda/ dewasa

3. Generasi sesepuh / orang tua

Dengan logo 3 daun dalam satu tangkai berharap kita dari 3 generasi bisa kompak bahu membahu membangun demi kemajuan Dusun Kebonkliwon. Generasi muda yang sebagai pendobrak kemajuan dusun sangat diperlukan yang didukung generasi anak-anak dan restu sesepuh warga Dusun Kebonkliwon.

Generasi muda Dusun Kebonkliwon mayoritas adalah penjual online bibit tanaman buah dalam rangka mengangkat nama Kebonkliwon punya nama baik, dipercaya, terkenal dan punya nilai jual lebih serta nguri-uri budaya maka pemuda dan warga masyarakat mengolah dengan diadakan Festival Kebonkliwon dengan tema “NYAWIJI WIJI” adapun makna dari Nyawiji Fokus dan wiji adalah benih atau biji. Sedangkan makna logo itu adalah daun bodi berarti pengayom, warna biru simbol hubungan dengan sang pencipta dan warna coklat melambangkan hubungan dengan sesama manusia serta warna hijau simbol alam atau kehidupan.

Daun juga berbentuk gunungan sebagai simbol kita tetap ingat jawa nya yang punya filosofi sangat dalam

Adapun acara sbb:

1. Kirab Budaya dan tumpeng

2. Pembagian / sedekah 1000 bibit

3. Pagelaran seni budaya

4. Pameran seni rupa

5. Pameran tanaman buah

6. Pameran tanaman buah unik

7. Khataman

8. Pengajian Akbar

Kebonkliwon, mengajak warga masyarakat peduli alam dan dengan diadakan acara tersebut agar banyak pengunjung masuk Dusun Kebonkliwon itu salah satu tujuannya. Tujuan lain tak kalah penting adalah bikin anak generasi muda kreatif, semangat belajar, mengaji, dan bisa menambah penghasilan masyarakat. Besar harapannya bisa jadi desa wisata buah unik dan tabulampot

DESA MASA DEPAN INDONESIA

DESA MASA DEPAN INDONESIA MUH KHOIRUL SOLEH

Tayang, Minggu, 11 April 2021, PKL 19.05 WIB

Kick Andy Show

Perkembangan teknologi mengubah pandangan orang tentang desa. Sekarang orang mulai ingin tinggal di desa, karena dengan tinggal di desa masih tetap terus berkarya. Desa juga menawarkan kehidupan yang lebih sehat dengan air, udara dan lingkungan yang masih terjaga. Saat ini, desa menawarkan banyak kesempatan bagi siapa saja dan hal ini mungkin tidak ditemui pada masa lalu. Dengan kesempatan yang ada banyak orang yang terus berkarya bagi desa dan warganya. Mereka mampu mengubah wajah desa menjadi lebih baik dan membawa kesejahteraan bersama.

Pada tahun 2010, Muh Khoirul Soleh yang akrab dipanggil Irul merintis usaha penjualan bibit buah secara online. Warga Kebonkliwon, Salaman, Magelang, Jawa Tengah ini melihat potensi di desanya yang dikenal sebagai penghasil bibit buah. Usaha bibit buah di Kebonkliwon ada sejak tahun 80-an, namun saat itu tergantung pada tengkulak, sehingga tidak berkembang. Awal memulai usaha penjualan bibit buah secara online tidak mudah, namun lambat laun Irul mendapat pelanggan. Setelah usahanya berhasil ia mengajak warga berjualan bibit buah secara online, namun hanya 2-3 orang yang tertarik. Setelah warga yang mengikuti jejak Irul berhasil, warga berbondong-bondong berjualan bibit buah secara online. Kini hampir semua warga Kebonkliwon berjualan bibit buah secara online dan diikuti warga desa di Kecamatan Salaman. Dengan berjualan secara online, permintaan buah datang dari seluruh Indonesia. Setiap bulan, puluhan ribu bibit buah terjual dan memberi kesejahteraan pada warga. Kini Irul sedang membangun pusat pelatihan pertanian, perikanan dan peternakan.

Kick Andy Show